Ashimahdal’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Kerendahan Hati Merupakan Kematangan Jiwa

Mengapa islam sangat mengajarkan kita tuk bersifat tawadhu/rendah hati, sbb tak ada satupun dari kita yang layak tuk kita banggakan, kita adalah makhluk yang sangat bergantung pada penciptanya, sebab tak satu hal pun yang kita bisa hasilkan sendiri kecuali bersandar padanya, kita hidup dari bernafas, makanan yang kita hasilkan yang semua bersumber daripadanya kemudian didalam tubuh ditransfer oleh darah, dipompa oleh jantung yang kesemuanya diluar kendali kita, tak satupun yang berdasar kendali kita, mungkin kita berkhayal dengan mengadu pada alloh swt, ya alloh biarlah semua kamu yang kendalikan cukup tuk bernafas aku yang kendalikan, sungguh tak bisa, mustahil, sebab kita sesuatu yang haadist/baharu sementara alloh swt bersifat ajalli/yang tidak memiliki permulaan dan tidak memiliki akhiran, dan manusia itu adalah makhluk yang suka berbangga2, maka teladan rasululloh saw mengajarkan kita untuk bersifat tawadhu/rendah hati. Kerendahan hati merupakan kekuatan yang memiliki strong yang sangat dahsyat, dia ibarat pesawat yang terbang, walau dari kejauhan kita melihatnya berjalan perlahan padahal dia memiliki kecepatan 600km/jam, rayap yang kecil, tidak banyak mengekspose aksinya tetapi dia bisa menghabiskan atap, yang tanpa kita sadari telah merubuhkan satu atap rumah, sebuah team yang kecil yang tidak memiliki tradisi juara bisa berubah menjadi srigala yang berbahaya, jika pola permainannya tidak terbaca oleh lawannya, bagaimana kita melihat korea utara hanya sebuah negara kecil yang tidak memiliki tradisi juara dalam sepakbola, tetapi bisa menaklukan Italia sebuah team besar  yang pada piala dunia sebelumnya sebagai juara, dan hal-hal tersebut adalah gambaran sifat tawadhu, berbeda dengan sifat takabbur/merasa besar, ini adalah sasaran empuk yang sangat lemah yang sangat mudah untuk dipatahkan, dia ibarat traktor yang memekikan telinga tetapi hanya berputar disepetakan sawah, atau blok ladang, atau sebuah gambar api yang besar yang membuat setiap penduduk akan tahu, karena besarnya lukisan api tersebut tetapi tak memberikan manfaat sedikitpun, yang tak bisa membakar, berbeda dengan api yang kecil, yang senyap-senyap didalam sekam, tetapi bisa menghabiskan seluruh jerami tersebut, kerendahan hati adalah pangkal dari kesederhanaan, kesederhanaan pangkal dari kemerdekaan pikiran, orang tawadhu ini ketika posisi dibawah tak akan sulit untuk dibuat maju, ketika posisi diatas sangat memberi manfaat yang besar bagi bawahanya, dan untuk memanusiakan manusia dan untuk manusia tak sombong dan angkuh merasa besar dan sebagainya alloh memberi ujian kepada hambanya, untuk manusia tersebut lebih baik lagi, sungguh menarik mengutip pernyataan petinju besar Muhammad Ali “Ketika para dokter di AS memvonisnya dengan penyakit Sindroma Parkinson, Ali mengatakan bahwa dia telah mendapatkan hidup yang baik sebelumnya dan sekarang. Dia tidak membutuhkan simpati dan belas kasihan. Dia hanya ingin menerima kehendak Allah SWT. Penyakitnya ini, menurut dia, merupakan cara Allah SWT merendahkannya untuk mengingatkannya pada kenyataan bahwa tak ada seorang pun yang lebih hebat dari Allah”. (Republika Newsroom Selasa, 26 Mei 2009)

Dan jika kita merunut bagaimana tawadhu/rendah hatinya rasululloh saw, sungguh sangat mengharukan, mungkin bisa membuat kita meneteskan air mata bagaimana akhlaknya beliau, disini sedikit saya kutip dari kitab NihayaayaI arab Syekh Syihabuddin Ahmad Ibn Abdul Wahhab An-Nuweiry (677-733 H) jilid ke-18 hal 262-263, Suatu ketika seorang laki-laki menghadap Nabi Muhammad SAW dan gemetaran oleh wibawa beliau  saat berbicara. Nabi SAW pun berkata menenangkan: Tenang saja! Aku bukan raja.
Aku hanyalah anak perempuan Quraisy yang biasa makan ikan qodiid/dendeng.
            Ketika Rasulullah SAW datang keMakkah, setelah sekian lama hijrah, sahabat Abu Bakar Siddiq r.a. berkunjung bersama ayahandanya, Utsman yang lebih terkenal dengan julukan Abu Quhaafah.
Melihat sahabat karib sekaligus mertuanya bersama ayahandanya itu, Rasulullah SAW pun bersabda: ’’Wahai Abu Bakar, mengapa kamu merepotkan orang tuamu? Mengapa tidak menunggu aku yang datang kepadamu?
Sahabat Abdurrahman Ibn Shakr yang lebih dikenal dengan Abu Hurairah r.a. bercerita: Suatu ketika aku masuk pasar bersama Rasulullah SAW. Rasulullah saw berhenti, membeli celana dalam dan berkata:
”Pilihkan yang baik untuku!” (terjemahan dari aslinya: Rasulullah bersabda kepada si tukang timbang, Timbang dan murahin , Bolehjadi, waktu itu, beli celana pun ditimbang).
Mendengar suara Rasulullah SAW, si pedagang celanapun melompat mencium tangan beliau. Rasulullah menarik tangan beliau sambil bersabda: “ltu tindakan orang-orang asing terhadap raja mereka. Aku bukan raja. Aku hanyalah laki-laki biasa seperti kamu.” Kemudian, beliau ambil celana yang sudah beliau beli. Aku berniat akan membawakannya, tapi beliau buru-buru bersabda: ”Pemilik barang lebih berhak membawa barangnya.”

Dalam kitab itu juga disebutkan bahwa Rasulullah SAW sering naik atau membonceng kendaraan paling sederhana saat itu; yaitu keledai. Rasulullah SAW suka menyambangi dan duduk bercengkerama dengan orang-orang fakir-miskin. Menurut istri terkasih belau sayyidatina Aisyah r.a. dan cucu kesayangan beliau Hasan bin Ali r.a., Rasulullah SAW mengerjakan pekerjaan rumah; membersihkan dan menambal sendiri pakaiannya; memerah susu kambingnya; menjahit terompahnya yang putus; menyapu dan membuang sampah;memberi makan ternak; ikut membantu sang istri mengaduk adonan roti; dan makan bersama-sama pelayan.
Sikap dan gaya hidup sederhana sebagaimana hamba biasa itu, agaknya, memang merupakan pilihan Rasulullah SAW sejak awal. Karena itu, dan tentu saja juga karena kekuatan pribadi beliau, bahkan kebesaran beliau sebagai pemimpin agama maupun pemimpin negara pun tidak mampu mengubah sikap dan gaya hidup sederhana beliau. Bandingkan, misalnya, dengan kawan kita
yang baru menjadi kepala desa saja sudah merasa lain; atau ikhwan kita yang baru menjadi pimpinan majlis taklim saja sudah merasa beda dengan orang lain.
Memang tidak mudah bersikap biasa; terutama bagi mereka yang terlalu ingin menjadi luar biasa alau mereka yang tidak tahan dengan keluarbiasaan.
Apalagi sering masyarakat juga ikut membantu mempersulit orang istimewa untuk bersikap biasa. Orang yang semula biasa dan sederhana; kelika nasib baik mengistimewakannya menjadi pemimpin, misalnya, atau tokoh berilmu atau berada atau berpangkat atau terkenal, biasanya masyarakal di sekelilingnya pun mengelu-elukannya sedemikian rupa sehingga yang bersangkutan terlena dan menjadi tidak islimewa.
Keistimewaan orang istimewa terutama terletak pada kekuatannya untuk tidak terlena dan terpengaruh keislimewaannya itu. Keistimewaan khalifah Allah terutama terletak pada kekualannya untuk tidak terlena dan terpengaruh oleh kekhalifahannya, mampu menjaga tetap menjadi hamba Allah. Keistimewaan Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin, antara lain, karena beliau tidak terlena dan tepengaruh oleh keistimewannya sendiri. Kita pun kemudian menyebutnya sebagai pemimpin yang rendah hati.
Nabi Muhammad SAW adalah contoh paling baik dari seorang hamba Allah yang menjadi khalifah-Nya. Beliau sangat istimewa justru karena sikap kehambaannya sedikit pun lidak menjadi luntur oleh keistimewaannya sebagai khalifah Allah. Sholawat dan salam bagimu, ya Rasulallah saw!

Tulisan ini utamanya tuk menasihati saya, bukan tuk menasihati anda, sebab telinga saya lebih dekat pada saya dibanding telinga anda pada saya

Satu Tanggapan ke “Kerendahan Hati Merupakan Kematangan Jiwa”

  1. kerendahan hati adalah kekuatan yang memukul dan sangat dasyat bagi manusia dan menyenagkan hati yang Maha Kuasa.

    kerendehan hati harus ditujukan pertama untuk yang Maha Kuasa dan selanjutnya kepada sesama manusia.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.