Tips saat ditanah harom
Setelah sekian lama vakum nulis ni blog, tiba2 saya pengen nulis, kasihan ni blog gak pernah didaratkan tulisan lagi, hari ini saya kepengen nulis, tentang prilaku para orang-orang yang gak bener disekitaran tanah harom, sebenarnya tulisan ini bukan untuk berghibah tetapi untuk catatan tuk pengingat jika kelak ingin kasih wejangan sama orang2 dekat, atau jamaahku yang datang kesini.
Sepanjang saya disini, saya perhatikan motifnya relatif lambat nambahnya, alias modus operandinya itu2 aja.diantaranya adalah :
1. Yang ngaku kecopetan/kehilangan barang/tas saat tawaf
Umumnya aksen, atau start ngajak ngomongnya selalu seperti itu, “sorry, can u speak english”, walau terkadang tuh orang bisa juga bahasa arab, atau sasaran empuk dia emang jamaah diluar jazirah arab, muatan pembicaraannya selalu seperti ini, “akhi/brother/saudara saya tadi tawaf, sepanjang tawaf saya tak sadar tas saya telah tak ada dari badan saya, padahal semuanya disitu, uang, passport dsb, skarang saya tak punya apa2 lagi, saya tak tahu mau kembali kenegara saya gimana ni, yang merasa iba langsung tergerak hatinya, bagus sih, banyak2 sedekah, cuma jika kasih sedekah pada yang salah, kadang kesel juga, dan untuk mengcounter ini, yang perlu anda ketahui, umumnya passport itu dititipkan dihotel, sebab selalu ketika kita sampai dihotel, wizarotul haj/kementrian haji disini mengecek jumlah jamaahnya, dan jarang sekali dibagikan langsung kepada jamaah karena tuk kemudahan saat perjalanan pindah/kepulangan kejeddah atau kemadinah jika melewati chek point, umumnya dibagikan jika jamaahnya sedikit karena lebih efisien jika jamaah pegang sendiri passport, seandainya passport dipegang jamaah pun, umumnya tuk salat sehari2 kemasjidil harom tak dibawa, lagian tuk apa dibawa, dan juga tak logis jika beralasan membawa uang keseluruhnya, dan saran juga buat jamaah tuk jangan membawa uang yang banyak dalam tas tenteng jika hanya tuk salat berjamaah
2. Pengemis yang kadang, tuk orang lebih kasihan padanya, beliau berpura2 tangannya puntung, umumnya mereka keliatan besar banget size tangannya, dan sangat kontras terlihat jika yg puntung beneran dengan yang tidak,dan yang lebih baiklah kasih bagi yang benar2 cacat
3. Kalau ini bukan penipuan tapi termasuk yang menjengkelkan juga, yaitu para penawar jasa tuk potong rambut, saat kita selesai sa’i, yang mematok harga tuk potong rambut, kita menyangka beliau mengharapkan keikhlasan, sehingga saat selesai dia potong kita kasih 2 atau 5 rial, eh dia malah maksa 10rial, padahal harga guntingnya aja cuma 1 rial
4. Naik taxi, dimana sering supir menaik2an harga saat diperjalanan, alasan macetlah, jalanya jauh, padahal telah terjadi kesepakatan sebelumnya
5. Nawar2i barang seperti hp?mobile phone saat kita jalan, atau mungkin dia menghampiri kita saat kita duduk2, biasanya dia menawari hp tipe nokia, alasan dia biasanya jual, karena terdesak mau pulang kampung, atau butuh uang karena anggota keluarganya sakit, sehingga dia menawarkan harga yang sedikit lebih murah dari yang ditoko, hati2 karena hp itu kebanyakan rata2 palsu. alias buatan china
Mungkin itu saja saran2 saya, semoga bermanfaat