Rasanya sudah lama sekali diriku tak membuka blog ini, mungkin hampir 2 tahun, sejak ada media untuk mencatat2 juga di fesbuk, alhamdulillah blog ini teringin juga ku buka, disebabkan ada tulisan di blog ini yang ingin ku share dengan teman2, sebenarnya saya ada blog lagi di blogspot.com, dahulu buat itu sebagai sarana ingin mengetahui perbandingan kualitasnya, ternyata blog ini lebih mudah dibuka, dan selalu lolos dari proses pemindaian, sedang jika di blogpot.com, saya bisa sampai berulang2kali membukanya dan terus fail, disebabkan tak lolos saat pemindaian, tetapi its ok saya akan gunakan keduanya, dibalik kesusahan sesuatu tersimpan rasa ingin tahu penyebabnya, dan itu akan menjadi ilmu bagi kita, begitulah proses hidup, manusia belajar dari kegagalan2, hingga menghasilkan inovasi, seharusnya kita bersyukur dengan adanya kegagalan, sebab jika itu tak ada, maka kita tak banyak hal mendapat dalam perjalanan hidup ini, beberapa kelebihan kegagalan yang bisa saya rasakan, pertama tidak buat kita berpuas diri dengan hasil yang ada sehingga kita ingin terus belajar, kedua menghilangkan rasa keangkuhan kita dan membuat kita pribadi yang menyejukan bagi ummat disebabkan hasil kegagalan itu membuat kita pribadi yang rendah diri, ketiga menghasilkan suatu kajian baru dari suatu pekerjaan dengan mencari titik2 lemah dari hasil kajian, keempat sebagai bahan analisa terhadap planning2 yang ada, kelima sebagai peringatan dari kegiatan kita sehari2 sebagai contoh seseorang yang tidak naik kelas, maka jangan pernah menyalahkan orang lain, tapi pelajari diri apa sebabku tak naik kelas dsb, mudah2an tulisan ini bisa menjadi pemacu tumbuh dan semangat bagi diriku dan anda sekalian…amiiin
Dalam alqur’an pada surat yasiiin ayat 68, alloh swt berfirman “Dan barangsiapa yang kami panjangkan umurnya maka akan kami kurangi penciptaanya, apakah mereka tidak berfikir“, tanpa terasa usia semakin bertambah kemampuan kita pun semakin berkurang, dahulu yang gagah dengan umur bertambah kita pun mulai kelihatan lisut, satu persatu kemampuan kita berkurang, mata yang awas mulai rabun, pendengaranpun mulai berkurang, wajah yang cantik lambat laun pun mulai memudar, otak yang cemerlang sedikit demi sedikit mulai mudah untuk lupa, yang kesemuanya itu sebenarnya menjadi tanda-tanda, apa sebenarnya maksud kehadiran kita didunia ini, begitu banyak tuhan memberi petunjuk pada kita agar kita jangan tersalah dalam melalui hidup ini, imam ghozali mengatakan hal yang paling singkat adalah hidup didunia, sedangkan masa yang paling panjang adalah apa yang telah terlalu dari kita, begitu singkat hidup ini, lebaran yang lalu terasa baru kemarin skarang sudah menjelang lebaran lagi, rasanya kenangan anak-anak belum lama berlalu tapi tanpa terasa kita telah dewasa, kesemuanya itu menjadi pelajaran bagi kita, apakah kita mengambil pelajaran dari hal tersebut atau bahkan kita adalah yang terlindas dari pelajaran tersebut, alloh swt berfirman “tidak kuciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah padaku” (QS. Azzariyat 56), inilah maksud alloh swt ciptakan kita, yaitu hanya untuk beribadah padanya, sudahkan kita memenuhi hal itu atau bahkan kita adalah orang yang selalu melanggar hal tersebut, jika kita memenuhi perintah alloh swt itu hanya semata-mata untuk kebaikan kita, apa jadinya hidup kita jika kita selalu melanggar perintahnya, kita pasti tahu dan mengerti bahwa tak satupun kita bisa buat dari segala materi yang ada dialam ini, semua adalah ciptaannya, apa jadinya jika tuhan berhenti memberikan hal itu pada kita, tuhan begitu baik disaat kita selalu melanggar perintahnya, dia masih beri kita makan, minum, bernafas dsb, tapi kita harus sadar bahwa hidup didunia ini tak ada satupun yang free, semua amanah yang alloh telah beri pada kita, kelak itu akan ditanya, walaupun itu hanya satu buah sendok, maka alangkah berani kita mengambil yang bukan hak kita, sementara harta kita yang sesungguhnya yang kita peroleh dengan jalan yang benar, itu semua tak luput dari pertanyaan alloh swt, wahai saudaraku kiranya tanda-tanda yang alloh swt beri pada kita, bisa menjadi pelajaran bagi kita, hasbiyallohu wa ni’mal wakiil ni’mal maulaa wa ni’mannasir.
Mengapa islam sangat mengajarkan kita tuk bersifat tawadhu/rendah hati, sbb tak ada satupun dari kita yang layak tuk kita banggakan, kita adalah makhluk yang sangat bergantung pada penciptanya, sebab tak satu hal pun yang kita bisa hasilkan sendiri kecuali bersandar padanya, kita hidup dari bernafas, makanan yang kita hasilkan yang semua bersumber daripadanya kemudian didalam tubuh ditransfer oleh darah, dipompa oleh jantung yang kesemuanya diluar kendali kita, tak satupun yang berdasar kendali kita, mungkin kita berkhayal dengan mengadu pada alloh swt, ya alloh biarlah semua kamu yang kendalikan cukup tuk bernafas aku yang kendalikan, sungguh tak bisa, mustahil, sebab kita sesuatu yang haadist/baharu sementara alloh swt bersifat ajalli/yang tidak memiliki permulaan dan tidak memiliki akhiran, dan manusia itu adalah makhluk yang suka berbangga2, maka teladan rasululloh saw mengajarkan kita untuk bersifat tawadhu/rendah hati. Kerendahan hati merupakan kekuatan yang memiliki strong yang sangat dahsyat, dia ibarat pesawat yang terbang, walau dari kejauhan kita melihatnya berjalan perlahan padahal dia memiliki kecepatan 600km/jam, rayap yang kecil, tidak banyak mengekspose aksinya tetapi dia bisa menghabiskan atap, yang tanpa kita sadari telah merubuhkan satu atap rumah, sebuah team yang kecil yang tidak memiliki tradisi juara bisa berubah menjadi srigala yang berbahaya, jika pola permainannya tidak terbaca oleh lawannya, bagaimana kita melihat korea utara hanya sebuah negara kecil yang tidak memiliki tradisi juara dalam sepakbola, tetapi bisa menaklukan Italia sebuah team besar yang pada piala dunia sebelumnya sebagai juara, dan hal-hal tersebut adalah gambaran sifat tawadhu, berbeda dengan sifat takabbur/merasa besar, ini adalah sasaran empuk yang sangat lemah yang sangat mudah untuk dipatahkan, dia ibarat traktor yang memekikan telinga tetapi hanya berputar disepetakan sawah, atau blok ladang, atau sebuah gambar api yang besar yang membuat setiap penduduk akan tahu, karena besarnya lukisan api tersebut tetapi tak memberikan manfaat sedikitpun, yang tak bisa membakar, berbeda dengan api yang kecil, yang senyap-senyap didalam sekam, tetapi bisa menghabiskan seluruh jerami tersebut, kerendahan hati adalah pangkal dari kesederhanaan, kesederhanaan pangkal dari kemerdekaan pikiran, orang tawadhu ini ketika posisi dibawah tak akan sulit untuk dibuat maju, ketika posisi diatas sangat memberi manfaat yang besar bagi bawahanya, dan untuk memanusiakan manusia dan untuk manusia tak sombong dan angkuh merasa besar dan sebagainya alloh memberi ujian kepada hambanya, untuk manusia tersebut lebih baik lagi, sungguh menarik mengutip pernyataan petinju besar Muhammad Ali “Ketika para dokter di AS memvonisnya dengan penyakit Sindroma Parkinson, Ali mengatakan bahwa dia telah mendapatkan hidup yang baik sebelumnya dan sekarang. Dia tidak membutuhkan simpati dan belas kasihan. Dia hanya ingin menerima kehendak Allah SWT. Penyakitnya ini, menurut dia, merupakan cara Allah SWT merendahkannya untuk mengingatkannya pada kenyataan bahwa tak ada seorang pun yang lebih hebat dari Allah”. (Republika Newsroom Selasa, 26 Mei 2009)
Dan jika kita merunut bagaimana tawadhu/rendah hatinya rasululloh saw, sungguh sangat mengharukan, mungkin bisa membuat kita meneteskan air mata bagaimana akhlaknya beliau, disini sedikit saya kutip dari kitab NihayaayaI arab Syekh Syihabuddin Ahmad Ibn Abdul Wahhab An-Nuweiry (677-733 H) jilid ke-18 hal 262-263, Suatu ketika seorang laki-laki menghadap Nabi Muhammad SAW dan gemetaran oleh wibawa beliau saat berbicara. Nabi SAW pun berkata menenangkan: Tenang saja! Aku bukan raja.
Aku hanyalah anak perempuan Quraisy yang biasa makan ikan qodiid/dendeng.
Ketika Rasulullah SAW datang keMakkah, setelah sekian lama hijrah, sahabat Abu Bakar Siddiq r.a. berkunjung bersama ayahandanya, Utsman yang lebih terkenal dengan julukan Abu Quhaafah.
Melihat sahabat karib sekaligus mertuanya bersama ayahandanya itu, Rasulullah SAW pun bersabda: ’’Wahai Abu Bakar, mengapa kamu merepotkan orang tuamu? Mengapa tidak menunggu aku yang datang kepadamu?
Sahabat Abdurrahman Ibn Shakr yang lebih dikenal dengan Abu Hurairah r.a. bercerita: Suatu ketika aku masuk pasar bersama Rasulullah SAW. Rasulullah saw berhenti, membeli celana dalam dan berkata:
”Pilihkan yang baik untuku!” (terjemahan dari aslinya: Rasulullah bersabda kepada si tukang timbang, Timbang dan murahin , Bolehjadi, waktu itu, beli celana pun ditimbang).
Mendengar suara Rasulullah SAW, si pedagang celanapun melompat mencium tangan beliau. Rasulullah menarik tangan beliau sambil bersabda: “ltu tindakan orang-orang asing terhadap raja mereka. Aku bukan raja. Aku hanyalah laki-laki biasa seperti kamu.” Kemudian, beliau ambil celana yang sudah beliau beli. Aku berniat akan membawakannya, tapi beliau buru-buru bersabda: ”Pemilik barang lebih berhak membawa barangnya.”
Dalam kitab itu juga disebutkan bahwa Rasulullah SAW sering naik atau membonceng kendaraan paling sederhana saat itu; yaitu keledai. Rasulullah SAW suka menyambangi dan duduk bercengkerama dengan orang-orang fakir-miskin. Menurut istri terkasih belau sayyidatina Aisyah r.a. dan cucu kesayangan beliau Hasan bin Ali r.a., Rasulullah SAW mengerjakan pekerjaan rumah; membersihkan dan menambal sendiri pakaiannya; memerah susu kambingnya; menjahit terompahnya yang putus; menyapu dan membuang sampah;memberi makan ternak; ikut membantu sang istri mengaduk adonan roti; dan makan bersama-sama pelayan.
Sikap dan gaya hidup sederhana sebagaimana hamba biasa itu, agaknya, memang merupakan pilihan Rasulullah SAW sejak awal. Karena itu, dan tentu saja juga karena kekuatan pribadi beliau, bahkan kebesaran beliau sebagai pemimpin agama maupun pemimpin negara pun tidak mampu mengubah sikap dan gaya hidup sederhana beliau. Bandingkan, misalnya, dengan kawan kita
yang baru menjadi kepala desa saja sudah merasa lain; atau ikhwan kita yang baru menjadi pimpinan majlis taklim saja sudah merasa beda dengan orang lain.
Memang tidak mudah bersikap biasa; terutama bagi mereka yang terlalu ingin menjadi luar biasa alau mereka yang tidak tahan dengan keluarbiasaan.
Apalagi sering masyarakat juga ikut membantu mempersulit orang istimewa untuk bersikap biasa. Orang yang semula biasa dan sederhana; kelika nasib baik mengistimewakannya menjadi pemimpin, misalnya, atau tokoh berilmu atau berada atau berpangkat atau terkenal, biasanya masyarakal di sekelilingnya pun mengelu-elukannya sedemikian rupa sehingga yang bersangkutan terlena dan menjadi tidak islimewa.
Keistimewaan orang istimewa terutama terletak pada kekuatannya untuk tidak terlena dan terpengaruh keislimewaannya itu. Keistimewaan khalifah Allah terutama terletak pada kekualannya untuk tidak terlena dan terpengaruh oleh kekhalifahannya, mampu menjaga tetap menjadi hamba Allah. Keistimewaan Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin, antara lain, karena beliau tidak terlena dan tepengaruh oleh keistimewannya sendiri. Kita pun kemudian menyebutnya sebagai pemimpin yang rendah hati.
Nabi Muhammad SAW adalah contoh paling baik dari seorang hamba Allah yang menjadi khalifah-Nya. Beliau sangat istimewa justru karena sikap kehambaannya sedikit pun lidak menjadi luntur oleh keistimewaannya sebagai khalifah Allah. Sholawat dan salam bagimu, ya Rasulallah saw!
Tulisan ini utamanya tuk menasihati saya, bukan tuk menasihati anda, sebab telinga saya lebih dekat pada saya dibanding telinga anda pada saya
Banyak hal yang buat kita sedih, sehingga terkadang membuat kita lupa, bahwa tuhan juga buat jumlah yang sama yang buat kita bahagia, benarlah tuhan itu maha adil ….Dan dialah Allah yang Maha Kuasa Lagi Maha Bijaksana(QS. Ibrahim 4), karena tak satupun perkara atau ciptaanya yang timpang, atau yang tak adil, semua berpasang-pasangan jika ada sedih maka ada juga bahagia, gagal juga akan ada berhasil, lemah juga akan ada kuat dsb dan semua itu sangat dipengaruhi emosi kita, dan emosi sangat dipengaruhi nafsu kita, nafsu sangat dipengaruhi apa yang muncul, dan yang muncul sangat dipengaruhi apa yang terbaru, sehingga terkadang apa yang muncul akan menafikan keseluruhan yang tak muncul, walaupun yang muncul itu 1% sementara yang tak muncul 99% , terkadang kita begitu gelap sehingga menafikan yang 99% tsb, dan yang muncul ini umumnya yang terbaru, yaitu apa yang baru atau sedang kita alami, terkadang ada manusia yang sangat fatal dalam mereaksi kesedihan ini, dia begitu lupa nilai-nilai yang ada padanya, dia hanya melihat nilai kosong yang baru dialaminya, sementara nilai yang berisi yang begitu mengisi dirinya sebelumnya dia lupa semuanya, dia merasa jalan didepannya seperti terdinding padahal tuhan beri jalan begitu banyak, dia merasa begitu tak berguna padahal tuhan beri dia panca indera yang lengkap, yang seharusnya kita merasa malu pada saudara kita yang indranya tak sempurna, tetapi begitu semangat tuk menghadapi hidup, dan terkadang dia lupa karunia yang diberikan padanya begitu berlimpah yang alloh beri padanya yang terkadang tidak dimiliki orang lain, tetapi tindakannya jauh lebih bodoh daripada manusia yang tak memiliki kelebihan yang dimilikinya tersebut, memanglah kita sedih jika kita merasa telah capek, menghabiskan seluruh tenaga, waktu, pikiran bahkan uang yang tak sedikit tetapi hasilnya kita gagal, atau terkadang kegagalan itu adalah faktor external, hal yang diluar dari persiapan kita, seperti dicurangi dsb membuat kita sangat sedih dan terkadang menghilangkan harapan diri, sehingga membuat kita sangat mundur kebelakang, kita tak berminat melakukan apa2 lagi, padahal semua hasil yang telah kita capai, itulah hasil yang terbaik yang tuhan beri pada kita dan ini harus kita tanamkan, sebab kita tak tahu apapun yang terjadi satu detik didepan kita, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216). Jika kita bertindak salah terhadap hal2 tsb, maka hanya kerugian yang kita dapatkan, tuk mengatasi hal-hal tersebut, kita bentengi diri kita dengan rumus2nya yang telah diajarkan oleh kekasihnya yaitu rasululloh saw, jika ini kita miliki maka ini saja telah cukup tuk mengcounter kesemua itu, jika kita tak memiliki ilmu yang memadai akan hal tersebut, kita baca hal2 yang telah dialami orang2 soleh dalam menghadapi masalah2 yang dialaminya, sehingga kita akan dapat dua keuntungan akannya, kita akan terbebas dari masalah kita dan mendapat ilmu/pengalaman dari bacaan kita, jika ingin mendapatkan sesuatu dikarenakan kecintaan terhadap sesuatu tersebut tetapi kita tak mendapatkannya, maka tanamkan pada diri mengapa hal tersebut tidak dapat kudapatkan, sementara sudah maksimal hal yang telah kulakukan, maka kembalikan persoalan tersebut kepada yang maha berkehendak, yang maha memutuskan, yang maha meliki, yang maha mengetahui, yang maha bijaksana, bahwa mungkin hal tsb tak cocok tuk kudapatkan, karena boleh jadi kita akan mendapatkan lebih banyak persoalan dengan memilikinya, walau dalam pikiran kita, kita akan bahagia tuk mendapatkannya, sehingga terkadang kita buta terhadap yang selainnya, oleh sebab itu tanamkanlah pada hati yang paling dalam ayat alqur’an yang termaktup diatas (Al-Baqarah: 216). Langkah selanjutnya tuk menenangkan jiwa kita perbanyaklah zikr (mengingat alloh swt), …ingatlah, hanya dengan mengingatnyalah hati menjadi tenteram.” (QS Arra’d [13]: 28). Langkah selanjutnya baca qur’an dengan membaca terjemahanya, hal itu sangat menghibur diri kemudian ingat hal2 yang mungkin akan sulit kamu kendalikan jika kamu mendapatkan benda tersebut, dan senantiasalah bersyukur tanamkan ayat alqur’an ini dalam2 pada diri kita “ni’mat yang mana lagi yang ingin kamu dustakan” (terdapat 30 ayat pada QS arrohman), kemudian “sungguh jika kamu mensyukuri ni’matku maka niscaya akan aku tambah dan sungguh jika kamu mengingkarinya niscaya azabku amat pedih (QS ibrohim 7)
wallohu a’lam
Setelah sekian lama vakum nulis ni blog, tiba2 saya pengen nulis, kasihan ni blog gak pernah didaratkan tulisan lagi, hari ini saya kepengen nulis, tentang prilaku para orang-orang yang gak bener disekitaran tanah harom, sebenarnya tulisan ini bukan untuk berghibah tetapi untuk catatan tuk pengingat jika kelak ingin kasih wejangan sama orang2 dekat, atau jamaahku yang datang kesini.
Sepanjang saya disini, saya perhatikan motifnya relatif lambat nambahnya, alias modus operandinya itu2 aja.diantaranya adalah :
1. Yang ngaku kecopetan/kehilangan barang/tas saat tawaf
Umumnya aksen, atau start ngajak ngomongnya selalu seperti itu, “sorry, can u speak english”, walau terkadang tuh orang bisa juga bahasa arab, atau sasaran empuk dia emang jamaah diluar jazirah arab, muatan pembicaraannya selalu seperti ini, “akhi/brother/saudara saya tadi tawaf, sepanjang tawaf saya tak sadar tas saya telah tak ada dari badan saya, padahal semuanya disitu, uang, passport dsb, skarang saya tak punya apa2 lagi, saya tak tahu mau kembali kenegara saya gimana ni, yang merasa iba langsung tergerak hatinya, bagus sih, banyak2 sedekah, cuma jika kasih sedekah pada yang salah, kadang kesel juga, dan untuk mengcounter ini, yang perlu anda ketahui, umumnya passport itu dititipkan dihotel, sebab selalu ketika kita sampai dihotel, wizarotul haj/kementrian haji disini mengecek jumlah jamaahnya, dan jarang sekali dibagikan langsung kepada jamaah karena tuk kemudahan saat perjalanan pindah/kepulangan kejeddah atau kemadinah jika melewati chek point, umumnya dibagikan jika jamaahnya sedikit karena lebih efisien jika jamaah pegang sendiri passport, seandainya passport dipegang jamaah pun, umumnya tuk salat sehari2 kemasjidil harom tak dibawa, lagian tuk apa dibawa, dan juga tak logis jika beralasan membawa uang keseluruhnya, dan saran juga buat jamaah tuk jangan membawa uang yang banyak dalam tas tenteng jika hanya tuk salat berjamaah
2. Pengemis yang kadang, tuk orang lebih kasihan padanya, beliau berpura2 tangannya puntung, umumnya mereka keliatan besar banget size tangannya, dan sangat kontras terlihat jika yg puntung beneran dengan yang tidak,dan yang lebih baiklah kasih bagi yang benar2 cacat
3. Kalau ini bukan penipuan tapi termasuk yang menjengkelkan juga, yaitu para penawar jasa tuk potong rambut, saat kita selesai sa’i, yang mematok harga tuk potong rambut, kita menyangka beliau mengharapkan keikhlasan, sehingga saat selesai dia potong kita kasih 2 atau 5 rial, eh dia malah maksa 10rial, padahal harga guntingnya aja cuma 1 rial
4. Naik taxi, dimana sering supir menaik2an harga saat diperjalanan, alasan macetlah, jalanya jauh, padahal telah terjadi kesepakatan sebelumnya
5. Nawar2i barang seperti hp?mobile phone saat kita jalan, atau mungkin dia menghampiri kita saat kita duduk2, biasanya dia menawari hp tipe nokia, alasan dia biasanya jual, karena terdesak mau pulang kampung, atau butuh uang karena anggota keluarganya sakit, sehingga dia menawarkan harga yang sedikit lebih murah dari yang ditoko, hati2 karena hp itu kebanyakan rata2 palsu. alias buatan china
Mungkin itu saja saran2 saya, semoga bermanfaat
Oleh
Syaikh Nabil Muhammad Mahmud
DALIL DARI SUNNAH TENTANG HARAMNYA HOMOSEKSUAL
[a]. Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth,
maka bunuhlah kedua pelakunya” [HR Tirmidzi : 1456, Abu Dawud : 4462, Ibnu
Majah : 2561 dan Ahmad : 2727]
[b]. Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya yang paling aku takuti (menimpa) umatku adalah
perbuatan kaum Luth” [HR Ibnu Majah : 2563, 1457. Tirmidzi berkata : Hadits
ini hasan Gharib, Hakim berkata, Hadits shahih isnad]
[c]. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth,
(beliau mengulanginya sebanyak tiga kali)” [HR Nasa'i dalam As-Sunan
Al-Kubra IV/322 No. 7337]
[d]. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Allah tidak mau melihat kepada laki-laki yang menyetubuhi
laki-laki atau menyetubuhi wanita pada duburnya” [HR Tirmidzi : 1166, Nasa'i
: 1456 dan Ibnu Hibban : 1456 dalam Shahihnya. Keterangan : hadits ini
mencakup pula wanita kepada wanita]
[e]. Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Itu adalah liwat kecil, yakni laki-laki yang menggauli istrinya
di lubang duburnya” [HR Ahmad : 6667]
HUKUMAN TERHADAP KAUM HOMOSEKS
Dalam masalah ini para ulama berbeda pendapat. Sebagian mereka mengatakan
hukumannya sebagaimana hukuman zina yaitu dirajam bagi yang muhshan (sudah
pernah menikah) dan dicambuk dan diasingkan bagi yang belum menikah.
Sebagian yang lain mengatakan, kedua-duanya dirajam dalam keadaan apapun,
menerapkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, “Bunuhlah
yang menyetubuhi dan yang disetubuhi”
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Para sahabat telah menerapkan hukum bunuh
terhadap pelaku homoseks. Mereka hanya berselisih pendapat bagaimana cara
membunuhnya”
HUKUMAN TERHADAP PELAKU HOMOSEKS SETELAH MUSNAHNYA KAUM LUTH
Para pengikut madzhab Hambali menukil ijma’ (kesepakatab) para sahabat yang
mengatakan bahwa hukuman homoseks adalah dibunuh. Mereka berdalil dengan
hadits: “Barangsiapa yang kalian dapatkan melakukan perbuatan kaum Luth,
maka bunuhlah yang menyetubuhi dan yang disetubuhi”.
Mereka juga berdalil dengan perbuatan Ali Radhiyallahu ‘anhu yang merajam
orang yang melakukan homoseksual. Syafi’i berkata : “Dengan ini, kita
berpendapat merajam orang yang melakukan perbuatan homoseksual, baik dia
seorang muhsan atau bukan”.
Dan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Khalid bin Walid bahwa ada di
pinggiran kota Arab seorang laki-laki yang dinikahi sebagaimana dinikahinya
seorang perempuan. Maka dia menulis surat kepada Abu Bakar Shiddik
Radhiyallahu ‘anhu. Abu Bakar lalu bermusyawarah dengan para sahabatnya.
Orang yang paling keras pendapatnya adalah Ali Radhiyallahu ‘anhu. Dia
berkata, “Tidaklah melakukan perbuatan ini kecuali hanya satu ummat dan
kalian telah mengetahui apa yang telah Allah lakukan kepada mereka. Aku
berpendapat agar dia dibakar dengan api”. Kemudian Abu Bakar mengirim surat
kepada Khalid bin Walid untuk membakarnya.
Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Dipertontonkan dari
bangunan yang paling tinggi lalu dilemparkan (ke bawah) diikuti lemparan
batu”.
Dengan demikian hukuman homoseks adalah bisa dengan dibakar, dirajam dengan
batu, dilempar dari bangunan yang paling tinggi yang diikuti lemparan batu,
atau dipenggal lehernya. Ada pula yang mengatakan ditimpakan tembok
kepadanya.
Imam Syaukani memilih hukuman bunuh dan melemahkan pendapat selain itu.
Mereka berpendapat seperti itu menilik firman Allah.
“Artinya : Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu
yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu
dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh
Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim” [Hud :
82-83]
Dalam penerapan hukuman ini, pelaku homoseks dipersilakan memilih hukuman
yang dia kehendaki dari hukuman-hukuman yang ada.
PERINGATAN KEPADA KAUM HOMOSEKS
[a]. Ketahuilah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat
pelaku homoseks sebanyak tiga kali sedangkan pezina hanya sekali.
[b]. Takutlah engkau terjerumus dalam dosa ini karena akan merusakan dirimu
dan dikhawatirkan akan menyeretmu kepada kekafiran seperti yang menimpa
saudaramu sebelum kamu sebagaimana yang diberitakan oleh Ibnu Al-Qayyim
dalam kitabnya Al-Jawab Al-Kafi halaman 191
Diceritakan ada seorang laki-laki yang jatuh hati kepada seorang pemuda
tampan bernama Aslam. Cinta di hatinya begitu mendalam kepada Aslam. Akan
tetapi, anak muda tersebut tidak mau dan menjauh darinya sehingga
menyebabkan laki-laki itu terbaring sakit dan tidak dapat bangkit.
Orang-orang yang kasihan melihat diri laki-laki itu mencoba mendatangkan
anak muda itu, dan dibuatlah perjanjian supaya dia menengok laki-laki itu.
Mendengar berita itu, laki-laki yang sedang kasmaran tersebut merasa sangat
senang dan mendadak hilang kegelisahan dan kesedihannya. Manakala dia dalam
kegembiraan menanti anak muda tersebut datanglah orang lain yang mengabarkan
bahwa anak muda tadi sebenarnya sudah sampai di tengah jalan tetapi kembali,
tidak meneruskan perjalanannya dan tidak mau memperlihatkan dirinya kepada
laki-laki itu. Ketika mendengar berita tersebut, mendadak kambuh sakitnya
hingga tampak darinya tanda-tanda sakaratul maut. Kemudan dia bersyair.
Wahai Aslam sang penyejuk hati
Wahai Aslam sang penyembuh sakit
Keridhaanmu lebih aku sukai pada diriku
Daripada rahmat Sang Pencipta
Yang Mahamulia
Dikatakan kepadanya, “Takulah kamu dengan kata-kata itu!” Laki-laki itu
menjawab, “Itu kenyataannya”. Maka akhirnya matilah dia dalam keadaan kafir
kepada Allah.
KEJELEKAN KAUM LUTH DAN PERLAWANAN MEREKA TERHADAP ALLAH
Cermatilah jeleknya kaum Luth dan penentangan mereka terhadap Allah ketika
mereka mendatangi nabi Luth dan tamu-tamunya yang tampan. Ketika melihat
mereka datang Nabi luth berkata.
“Artinya : Hai kaumku, inilah putri-putriku. Mereka lebih suci bagimu” [Hud
: 78]
Dia merelakan putri-putrinya untuk mereka peristri sebagai ganti
tamu-tamunya karena mengkhawatirkan dirinya dan tamunya dari aib yang sangat
jelek sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Hud ayat 78-80.
“Artinya : Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Sejak
dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata,
‘Hai kaumku, inilah puteri-puteriku mereka lebih suci bagimu, maka
bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap
tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?’ Mereka menjawab
: ‘Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan
terhadap puteri-puterimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang
sebenarnya kami kehendaki’. Luth berkata, ‘Seandainya aku mempunyai kekuatan
(untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat
(tentu aku lakukan)’
DAMPAK NEGATIF HOMOSEKSUAL DITINJAU DARI SISI KESEHATAN
Islam sangat keras dalam meberikan hukuman atas kejahatan yang satu ini
karena dampaknya yang buruk dan kerusakan yang ditimbulkannya kepada pribadi
dan masyarakat.
Dampak negatif tersebut di antaranya.
a. Benci terhadap wanita
Kaum Luth berpaling dari wanita dan kadang bisa sampai tidak mampu untuk
menggauli mereka. Oleh karena itu, hilanglah tujuan pernikahan untuk
memperbanyak keturunan. Seandainya pun seorang homo itu bisa menikah, maka
istrinya akan menjadi korbannya, tidak mendapatkan ketenangan, kasih sayang,
dan balas kasih. Hidupnya tersiksa, bersuami tetapi seolah tidak bersuami.
b. Efek Terhadap Syaraf
Kebiasaan jelek ini mempengaruhi kejiwaan dan memberikan efek yang sangat
kuat pada syaraf. Sebagai akibatnya dia merasa seolah dirinya diciptakan
bukan sebagai laki-laki, yang pada akhirnya perasaan itu membawanya kepada
penyelewengan. Dia merasa cenderung dengan orang yang sejenis dengannya.
c. Efek terhadap otak
d. Menyebabkan pelakunya menjadi pemurung
e. Seorang homoseks selalu merasa tidak puas dengan pelampiasan hawa
nafsunya.
f. Hubungan homoseksual dengan kejelekan akhlaq
Kita dapatkan mereka jelek perangai dan tabiatnya. Mereka hampir tidak bisa
membedakan antara yang baik dan yang buruk, yang mulia dan yang hina.
g. Melemahkan organ tubuh yang kuat dan bisa menghancurkannya. Karena
organ-organ tubuhnya telah rusak, maka didapati mereka sering tidak sadar
setelah mengeluarkan air seni dan mengeluarkan kotoran dari duburnya tanpa
terasa.
h. Hubungan homoseksual dengan kesehatan umum.
Mereka terancam oleh berbagai macam penyakit. Hal ini disebabkan karena
merasa lemah mental dan depresi.
I. Pengaruh terhadap organ peranakan.
Homoseksual dapat melemahkan sumber-sumber utama pengeluaran mani dan
membunuh sperma sehingga akan menyebabkan kemandulan
j. Dapat meyebabkan penyakit thypus dan disentri
k. Spilis, penyakit ini tidak muncul kecuali karena penyimpangan hubungan
sek
l. Kencing nanah
m. AIDS, para ahli mengatakan bahwa 95% pengidap penyakit ini adalah kaum
homoseks
BISAKAH KAUM HOMOSEKS BERTAUBAT DAN MASUK SURGA?
Ibnul Al-Qayyim berkata : “Jika pelaku homoseks bertaubat dengan
sebenar-benarnya (taubat nasuha) dan beramal shaleh kemudian mengganti
kejelekan-kejelekannya dengan kebaikan, membersihkan berbagai dosanya dengan
berbagai kataatan dan taqarrub kepada Allah, menjaga pandangan dan
kemaluannya dari hal-hal yang haram, dan tulus dalam amal ibadahnya, maka
dosanya diampuni dan termasuk ahli surga. Karena Allah mengampuni semua
dosa. Apabila taubat saja bisa menghapus dosa syirik, kufur, membunuh para
nabi, sihir, maka taubat pelaku homoseks juga bisa menghapuskan dosa-dosa
mereka.
PENANGGULANGAN HOMOSEKS DAN PENYEMBUHANNYA
a. Menanamkan akidah shahihah pada semua anggota masyarakat karena ia
merupakan benteng yang aman dan pelindung dari ketergelinciran dan
penyelewengan.
b. Memperbanyak halaqah (majlis pengajian) menghafal Al-Qur’an khususnya
pada anak-anak dan remaja
c. Memperhatikan pendidikan anak-ank muda dan mengisi waktu kosong mereka
dengan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka dan tanah air mereka.
d. Menjadikan penjara sebagai madrasah untuk pendidikan, perbaikan
narapidana, serta meluruskan akhlaq mereka dengan pendidikan Islam yang
benar
e. Mengkhususkan khutbah (ceramah) untuk para pemuda yang memperingatkan
mereka dari bahaya dan dampak buruk homoseksual
f. Menasehati para pemuda di kompleks-kompleks terdekat dan memberikan
buku-buku bacaan Islam yang bisa menguatkan hubungan mereka denan Allah
g. Menghilangkan sarana berkumpulnya para pemuda tempat mereka melakukan
kemasiatan
Kita berdo’a semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kekuatan kepada
kita dan anak keturunan kita agar tidak terjrumus dalam gelimang dosa yang
penuh kekejian ini dan memberikan hidayah kepada mereka yang telah terlanjur
untuk kembali kepada keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dari Lumpur dosa
ini.
Allah Al-Musta’an. Wallahu a’lam
Setelah proyek multimilyar dollar selesai, sang dirjen kedatangan tamu bule wakil dari HQ kantor pemenang tender. Udah 7 tahun di Jakarta jadi bisa cakap Indonesia.
Bule: “Pak, ada hadiah dari kami untuk bapak. Saya parkir dibawah mercy S 320.”
Dirjen : “Anda mau menyuap saya? ini apa-apaan? tender dah kelar kok. jangan gitu ya, bahaya tau haree genee ngasih-ngasih hadiah.”
Bule: “Tolonglah pak diterima. kalau gak, saya dianggap gagal membina relasi oleh kantor pusat.”
Dirjen: “Ah, jangan gitu dong. saya gak sudi!!”
Bule (mikir ): “Gini aja, pak. gimana kalau bapak beli saja mobilnya…”
Dirjen: “Mana saya ada uang beli mobil mahal gitu!!”
Bule menelpon kantor pusat.
Bule: “Saya ada solusi, Pak. bapak beli mobilnya dg harga rp.10.000,- saja.”
Dirjen: “Bener ya? OK, saya mau. jadi ini bukan suap. pake kwitansi ya..”
Bule: “Tentu, Pak..”
Bule menyiapkan dan menyerahkan kwitansi. dirjen membayar dengan uang 50 ribuan. mereka pun bersalaman.
Bule (sambil membuka dompet ): “Oh, maaf Pak. ini kembaliannya Rp.40.000,-.”
Dirjen: “Gak usah pakai kembalian segala. tolong kirim 4 mobil lagi ke rumah saya ya…”
Bule : @#$%^&**(
Di sebuah Sekolah Dasar sedang diterapkan sebuah mata pelajaran baru, yaitu PMWR alias Pelajaran Mengenal Wakil Rakyat. Kemudian si Guru memulainya dengan memberikan beberapa pertanyaan pada murid-muridnya.
Guru : “Bupati dan Wakil Bupati, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?”
Murid: “Bupati, Bu!!!”
Guru : “Gubernur dan Wakil Gubernur, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?”
Murid: “Gubernur, Bu!!”
Guru : “Presiden dan Wakil Presien, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?”
Murid: “Presiden, Bu!!”
Guru : “Rakyat dan Wakil Rakyat, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?”
Murid: “Seharusnya sih Rakyat, Bu!!”
Guru : “Kok, pakai seharusnya?”
Murid: “Karena sekarang malah terbalik Bu guru.”
Guru : “Bagus, terus tanda supaya kita kenal sama Wakil Rakyat kita bagaimana?”
Murid: “Yang pasti mereka suka warna abu-abu.”
Guru : “Betul, terus apalagi?”
Murid: “Suka konspirasi politik”
Guru : “Demi apa?”
Murid: “Kepentingan, Bu!!”
Guru : “Tepat sekali, sering muncul dimana mereka?”
Murid: “Di televisi, Bu!”
Guru : “Karena apa?”
Murid: “Karena skandal dan kasus, Bu!!”
Guru : “Aduh, anak murid Ibu pinter-pinter, terus ciri Wakil Rakyat apalagi?”
Murid: “Pasti sering mendadak tajir, Bu!!”
Guru : “Darimana, kok bisa gitu?”
Murid: “Diam-diam kan nyolong, Bu. Kalau nggak ya dapat hibah gono-gini gak jelas.”
Murid: “Dari yang pengin diuntungkan.”
Guru : “Terus kan Wakil Rakyat sering mengadakan sidang, berapa tahun sekali?”
Murid: “Setiap hari, Bu!!”
Guru : “Kok bisa, alasannya?”
Murid: “Kan biar dapat tunjangan dan komisi rapat.”
Guru : “Biasanya yang dibahas apa?”
Murid: “Nggak ada Bu, masuk telinga kiri keluar telinga kanan.”
Guru : “Jadi Rakyat dengan Wakil Rakyat, yang mana bosnya?”
Murid: “Ya, semestinya Rakyat dong, Bu!!”
Guru : “Kenapa semestinya?”
Murid: “Karena aneh, Bu!”
Guru : “Aneh kenapa?”
Murid: “Masak bos kekurangan beras di rumahnya, Bu! Sedangkan Wakilnya malah asik impor beras. Nimbun juga bisa kali, Bu.”
Guru : “Bagus-bagus, ternyata sebelum diajari kalian sudah banyak tahu tentang Wakil Rakyat ya.”
Murid: “Iya dong Bu, kan sudah jadi bukan rahasia lagi. Rakyat sudah banyak yang tahu, Bu.”
Guru : “Sudah banyak yang tahu mengapa asik ongkang-ongkang kaki di Parlemen?”
Murid: “Kan,nggak tahu malu, Bu.”
Jika membaca berita dunia akhir2 ini, sungguh memilukan, dengan para pelakon2 dunia, yang mempertotonkan secara nyata kebrutalan2 pikiran mereka, demi membela iblis kesayangan mereka yaitu israel, dan mencederai si sholeh yg baik hati warga jalur gaza, saya tak menyebutkan palestina secara keseluruhan, sbb banyak juga rakyat palestina yang terwarisi oleh sifat keji israel, yang kadang malah lebih keji dari israel itu sendiri, yaitu rezim ramallah, yang dipimpin oleh presiden yang telah habis masa jabatanya januari lalu yaitu Mahmud Abbas, tapi masih aja dengan tak malunya memegang jabatan tersebut, dan rezim ini yang ketika rakyat gaza dibombardir secara zholim oleh zionist la’natullohualaih malah menyalahkan rakyat yang memberikan perlawanan demi tanah air mereka yang mulai mengecil disebabkan tiap hari dimakan oleh zionist, eh ketika perang usai malah sibuk yang ingin mengurusi dana bantuan kegaza, rezim yang terkenal korup ini dengan tak malunya menyuarakan program2 amerika dan anak kesayanganya israel demi tuk menjadi penyalur dari bantuan bagi rakyat gaza, dan tidak selesai2nya masalah palestina karena faktor tiga serangkai ini yaitu Amerika, Israel la’natullohualaih dan rezim goblok ramallah, gerakan perlawanan yang dengan hati jernih ingin membentuk pemerintahan persatuan nasional, dengan merangkul seluruh faksi2 palestina, mereka bermusyawarah dimesir, tapi keinginan mereka diusik dengan amerika yang ingin memasukan program sesatnya kepada rakyat palestina, ditambah rezim ramallah yang dengan gigihnya ingin menggolkan program yang mengakui negara israel yg tiap hari mencaplok tanah2 mereka, sungguh membingungkan sebenarnya apa setting goal rezim ramallah ini, mereka melakukan kedustaan disaat mulutnya masih berbui menyatakan tidak ada penangkapan di tepi barat tapi program penangkapan jalan terus, sementara israel tetap membudeg seperti kerbau dengan menjalankan aibnya, mencaplok tanah palestina ditepi barat, khan younis, alquds dsb, dan dengan zolimnya mereka mengusir ribuan orang2 palestina dari rumah2 mereka, yang telah menjadi rumah2 mereka dari buyut2 mereka, oh alangkah kasihan engkau wahai saudaraku mu’minin palestina, tiap hari mengalami penindasan, sungguh penindasan yang tiada akhir yang dilakukan zionist la’natullohualaih, dan yang menyedihkan dunia ini tutup mata jika siiblis itu yang buat, lebih kurang 79 pelanggaran berat international yang dilakukan israel, tapi dunia seolah tutup mata dengan anak kesayanganya ini, hanya menunggu alloh swt lah yang akan memeberi keputusan dari pelanggaran2 tsb, dan saudaraku mu’minin palestina yaqin dan yaqinlah pertolongan alloh swt sudah dekat padamu, dahulu sahabat2 rasululloh saw disebabkan penindasan yg begitu dahsyat yang dilakukan musyrikin makkah hinggalah mereka berkata, ….kapankah pertolongan alloh akan datang, ingatlah sesungguhnya pertolongan alloh sangat dekat (QS Albaqoroh 214)
Pembaca pasti penasaran ingin tahu jumlah riwayat Nabi SAW dari kitab hadits utama Sunni dan Syi’ah, lietaratur mana yang lebih banyak memuat riwayat hadits dari Nabi SAW? Sunni atau Syi’ah? silahkan lihat selengkapnya…
Komparasi jumlah riwayat ahlulbait dari kitab hadits Ahlsunnah dan Syiah.
Sebelumnya ada baiknya kita membandingkan validitas kitab hadits Ahlussunnah dan Syi’ah menurut masing-masing kelompok, sekali lagi, menurut masing-masing kelompok, yaitu tingkat validitas kitab hadits Ahlussunnah menurut kacamata Ahlussunnah sendiri, begitu juga kitab hadits syi’ah menurut kacamata syi’ah sendiri. Ada empat kitab yang menjadi literatur utama hadits syi’ah, yaitu Al Kafi, Man La Yahdhuruhul Faqih, At Tahdzib dan Al Istibshar.
Sayyid Husein Bahrul Ulum –salah seorang ulama syi’ah- mengatakan: ijtihad dalam mazhab syi’ah bersumber dari empat kitab : Al Kafi, Man La Yahdhuruhul Faqih, At Tahdzib dan Al Istibshar, keempat kitab ini adalah kitab induk yang dijadikan pegangan sebagaimana enam kitab shahih bagi orang awam. Muqaddimah Talkhis Asy Syafi, -karya Syaikh Tha’ifah At Thusi- Husein Bahrul Ulum, hal 29.
Yang dimaksud dengan orang awam di sini adalah Ahlussunnah, ulama syi’ah terbiasa menganggap ahlussunnah sebagai kalangan awam. Sebagai catatan saja, Ahlussunnah hanya mengakui keshahihan hadits dua kitab saja, yaitu shahih Bukhari dan Shahih Muslim, sementara empat kitab lainnya tidak dianggap seluruh isinya Shahih, jadi nampak Husein Bahrul Ulum tidak begitu mengenal mazhab Ahlussunnah, jadi bisa kita maklumi.
Sementara ada sembilan kitab hadits yang dijadikan sumber bagi ajaran Ahlussunnah ; yaitu Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Nasa’I, Sunan Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, Sunan Ibnu Majah, Muwatha’ Malik, Musnad Ahmad dan Sunan Darimi
Antara Shahih Bukhari Muslim dan Al Kafi
Shahih Bukhari dan Muslim, seluruh hadits yang ada dalam kitab itu yang tersambung sanadnya adalah shahih, sedangkan Al Kafi, kebanyakan haditsnya adalah dhaif. Menurut pengakuan Fakhruddin At Tharihi ada 9845 hadits yang dhaif dalam kitab Al Kafi, dari jumlah 16119 hadits Al Kafi.
Sedangkan mayoritas hadits dalam Al Kafi adalah Ahad yang tidak dapat dijadikan pegangan dalam masalah akidah –menurut syi’ah sendiri-.
Seluruh agama dan sekte yang ada bangga dengan validitas (baca keshahihan) kitab literatur mereka dan mereka, kecuali syi’ah, yang merupakan satu-satunya sekte yang bangga dan gembira karena kitab literatur mereka yang tershahih (baca terbaik) tidak seluruh hadits yang ada di dalamnya adalah shahih, bahkan lebih banyak yang dhaif daripada yang shahih. Ini terbukti, coba anda tanya ke penganut syi’ah di sekitar anda, pasti dia berbangga dan senang bahwa kitab literatur terbaik syi’ah yaitu al kafi memuat banyak hadits dhaif, saya sarankan anda balik bertanya: jika kitab yang tershahih (baca tervalid) banyak dhaifnya, apalagi kitab yang dhaif, pasti lebih parah lagi.
Komparasi jumlah riwayat dari ahlulbait dalam kitab hadits ahlussunnah dan syi’ah
Jumlah riwayat yang ada dalam empat kitab syi’ah di atas adalah 44 ribu riwayat lebih sedikit, tetapi riwayat yang berasal dari Nabi SAW hanya ada 644, atau hanya sekitar 1.5 % saja. Itu saja banyak yang sanadnya terputus dan tidak shahih.
Tetapi anda akan menemukan puluhan ribu riwayat bersambung dari Nabi SAW dalam kitab ahlussunnah.
Yang lebih mengherankan, dalam kitab Al Kafi yang haditsnya berjumlah 16199, hanya ada 92 riwayat dari Nabi SAW, sementara riwayat dari Ja’far As Shadiq berjumlah 9219.
Fakta di atas menimbulkan pertanyaan di benak kita semua:
Apakah fungsi kenabian telah berakhir setelah wafatnya Nabi SAW ?
Syi’ah mengaku berpegang pada ahlulbait, tapi meninggalkan riwayat dari Nabi SAW sendiri.
Syi’ah mencela Umar yang melarang menulis hadits tapi syi’ah sendiri hanya menulis sedikit saja hadits Nabi SAW
Sementara riwayat dari Ali bin Abi Thalib dalam empat kitab syi’ah di atas hanya berjumlah 690 riwayat, kebanyakan terputus sanadnya dan tidak shahih, sepertinya fungsi pintu ilmu sudah diambil alih oleh orang lain, padahal yang ditunjuk oleh Nabi SAW untuk menjadi pintu ilmu hanyalah Ali. Apakah Ali yang tidak melaksanakan amanat Nabi SAW atau bagaimana? Tidak ada fakta yang jelas. Tetapi tidak mungkin Ali meninggalkan amanat Nabi SAW.
Tetapi dalam sembilan kitab hadits Ahlussunnah kita temukan 1583 riwayat dari Ali bin Abi Thalib, lebih banyak dari riwayat Abubakar yang hanya ada 210 riwayat dalam kitab hadits Ahlussunnah, lebih banyak dari Umar yang hanya ada 977 riwayat, dan lebih banyak dari Usman yang hanya ada 313 riwayat.
Sementara riwayat dari Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib yang ada dalam empat literatur utama hadits syi’ah hanya berjumlah 21 riwayat. Sementara sembilan kitab hadits ahlussunnah memuat 35 riwayat dari Hasan bin Ali bin Abi Thalib.
Empat kitab literatur utama hadits syi’ah tidak memuat riwayat dari Fatimah Az Zahra Alaihassalam, sementara dalam sembilan literatur Ahlussunnah terdapat 11 riwayat dari Fatimah.
Riwayat Imam Husein yang tercantum dalam empat literatur utama hadits syi’ah hanya berjumlah 7 riwayat saja. Sementara dalam sembilan kitab literatur hadits ahlussunnah memuat 43 riwayat dari Imam Husein.
Sedangkan jumlah riwayat dari Imam Ali Zainal Abidin, Muhammad Al Baqir dan Ja’far As Shadiq dalam sembilan kitab hadits sunni lebih banyak daripada riwayat Abubakar, Umar dan Usman.
sumber dari : http://hakekat.com/content/view/35/1/